Psychedelic Pointer

Tuesday, 31 July 2012

Berwisata di Wilayah Surabaya Utara (Surabaya Heritage Track)

Saya dan teman-teman sering sekali menjadi turis di dalam kota kami ini. Banyak tempat yang memang belum banyak orang tahu, jadi itu yang menjadikan alasan kami ingin menjelajah kota Surabaya.
Kawasan Surabaya Utara ini adalah tempat yang memiliki banyak bangunan bersejarah, karena pada zaman dahulu Surabaya Utara menjadi tempat pertama kali orang singgah di Surabaya. Di wilayah ini terdapat berbagai macam etnis, dari etnis Arab, Cina, Jawa, Madura dan mereka semua dapat berbaur satu sama lain. Ngomong-ngomong tentang bangunan peninggalan zaman kolonial dulu, di Surabaya Utara ini sangat banyak sekali bangunan berarsitektur kental Belanda, China, Arab, terkadang ada bangunan yang bergaya campuran seperti Belanda-China, China-Arab. Namun saya prihatin karena tidak semua bangunan kuno ini di rawat dengan baik, meski status bangunan itu sudah menjadi Cagar Budaya oleh Pemerintah Kota.
Internatio
Seperti gedung Internatio ini meski tampak terawat, tapi gedung ini masih belum digunakan lagi, padahal saya ingin masuk ke dalam gedung ini loh (karena penasaran). Oh ya didepan gedung Internatio inilah Jenderal Mallaby tewas terbakar di dalam mobilnya sendiri.

Ini salah satu gedung yang tidak terurus lagi :(  "sayang sekali" padahal bangunan dengan perpaduan arsitektur Cina-Belanda. Bangunan ini terletak di Jalan Karet. Terlihat juga masih adanya gubuk yang tidak terurus oleh tata tertib dari pemerintah.



Oke lanjut, sebelumnya saya dan teman-teman sudah membooking Surabaya Heritage Track jauh-jauh hari, dan kami mendapat Short Tour di hari Selasa pukul 09:00 WIB : ke Tugu Pahlawan dan PTPN XI. Kita hanya diberi kapasitas memboking maksimal 10 orang saja, jika lebih kami harus membuat proposal terlebih dahulu.
Bus SHT
Setelah 22 hari lamanya menunggu tanggal/hari H, dari 10 orang teman saya, hanya 6 anak saja yang datang. Okeeeeh kita langsung berangkat pagi-pagi sekali.
Sampai di tempat, teman saya langsung mengambil tiket di kantor SHT tepatnya di sebelah A Cafe HoS. Jam sudah menunjukan pukul 9 kurang, dan kami langsung naik ke dalam bus kotak yang hampir mirip Trem di Surabaya pada masa kolonial dulu. Sebelum naik ke bus, kita diberi keplek SHT (yang menunjukan bahwa kita adalah penumpang bus SHT tersebut), dan peta tour heriga.

Didalam bus SHT ini sangat nyaman, bus dengan AC dan kaca jendela yang luaaaaaaaas, tidak hanya itu di dalam bus kita juga dipandu oleh Guide dari SHT yang bertugas menerangkan setiap tempat yang kita lewati selama perjalana menuju tujuan. Didalam bus ini juga terkadang banyak kita jumpai turis-turis asing maupun turis dari luar kota.
Yap tujuan pertama kami adalah menuju Tugu Pahlawan, kedua PTPN XI. Di tour
ini semua serba membahas sejarah kota Surabaya pada masa Kolonialisme.



Sampainya di Tugu Pahlawan


Hanya 10 menit lah dari House Sampoerna, kami langsung turun dari bus dan langsung masuk ke Museum 10 November. Di museum ini sangat kental dengan nuansa Heroik Arek-arek Suroboyo, yup membahas sejarah perebutan Soerabaia dari jajahan Belanda, Jepang di jaman dahulu. Selain itu anda juga dapat mengambil brosur-brosur tempat wisata di Surabaya secara gratis di museum ini. Setelah 20 menitan kami keluar dan menikmati bangunan tinggi yang berada didepan museum, yaaap Tugu Pahlawan. Walau panas kami sangat menikmati menjadi peran seorang bule hahahaha.
Tugu Pahlawan Surabaya

XII IPA V - SMA Negeri 20 Surabaya

Di Tugu Pahlawan













































Okeeeeeh kita langsung menuju  
Kantor PTPN XI
PTPN  XI adalah Kantor Perkebunan Nusantara, disini kami hanya diberi waktu 20 menit saja untuk menikmati isi bangunan ini. Bangunan PTPN XI ini dirancang Anti Gempa, terbukti adanya garis yang seolah-olah membelah gedung ini. Arsitekturnya gausah ditanya lagi "KEREN" banyak ukiran-ukiran dan sangat detail, tapi kok malah serasa di India ya hahaha. Dahulunya Gedung ini digunakan Belanda sebagai HVA (Handels Vereeniging Amsterdam), dan pada kekuasaan Jepang gedung ini digunakan sebagai markas tentara jepang. Setelah Indonesia Merdeka gedung ini digunakan sebagai markas Comando Djawa Timur, tempat perundingan Jenderal Mallaby dengan Dr. Moestopo. WOOOW kerenkan, jadi gedung tua ini benar-benar menjadi saksi bisu kota Surabaya yang membekas di jaman kolonial terdahulu .

Surabaya - PTPN XI

Surabaya - PTPN XI
Setelah dari PTPN XI kami kembali ke House of Sampoerna. Yap inilah trip singkat yang sangat menyenangkan, gratis pula. Jadi pingin lagi, tapi milih yang Long Tour hehehe.

Pesan saya : Jelajahi kotamu, dan pelajari sejarah-sejarahnya sehingga kamu dapat menghargai/menghormati kotamu itu sendiri, bersama semua etnis yang ada di kotamu & Buanglah sampah pada tempatnya agar tercipta keindahan Kotamu, Sungaimu, Jalanmu, Saat Momen Indahmu. :)
Terimakasih kepada colek

Aprilianita Ari Zainal Lucky Ariatami Rio Ferdi Rizky Dwi Bakhtiar

4 comments:

  1. Wah...senangnya bisa jalan-jalan mengunjugi kota lama di Surabaya. Bagus-bagus gedungnya, sayang tapi tidak terawat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebagian bangunan cagar budaya dijalan utama kota rata-rata lebih terawat daripada bangunan yang letaknya dijalan-jalan kecil. contohnya di sepanjang jalan gula, belakang JMP, sepanjang sungai Kalimas

      Delete
  2. baru nyadar ada postingan ini. Kereeen. Lanjutkan sooob!

    ReplyDelete